Kamis, 28 Februari 2019

Winglet dan Bahan Bakar

Awalnya saya bingung, kenapa para insinyur mengatakan bahwa lengkungan di ujung sayap pesawat bisa menghemat bahan bakar.

Gambar di atas adalah sayap pesawat Garuda yang saya foto di atas langit Sumatra.


Rupanya begini cara kerjanya ....

Adanya lengkungan di ujung sayap, atau biasa disebut winglet, membuat gulungan udara di ujung sayap mengecil. Tanpa winglet, gulungan udara lebih besar.

Semakin besar gulungan udara, semakin sayap pesawat tertekan ke bawah. Artinya daya angkat pesawat berkurang. Pun demikian sebaliknya.

Lalu apa hubungannya dengan bahan bakar?

Ini kira-kira penjelasannya ...

image: wikipedia
Jika daya angkat berkurang, maka sayap pesawat harus agak lebih miring ke belakang. Posisi miring ini menyebabkan tahanan udara dari depan lebih besar. Akibatnya, butuh daya lebih besar untuk mendorong pesawat. Daya lebih besar membutuhkan bahan bakar lebih banyak.

Kamis, 21 Februari 2019

Sirip Sayap

Artikel ini bukan tentang sirip buaya, apalagi sirip hiu. Tapi tentang sirip pesawat.

Ketika akan mendarat, sirip belakang sayap pesawat akan menekuk ke bawah. Mula-mula tekukannya sedikit saja. Tapi semakin mendekati landasan, tekukan itu semakin ke bawah.



Dulu saya mengira itu cara pesawat melakukan pengereman di udara. Biar lajunya berkurang. Ternyata sekian lama saya salah kaprah.

Sirip pesawat rupanya berguna untuk menaikkan daya angkat pesawat. Ketika berada pada kecepatan rendah.

Kecepatan jelajah pesawat di ketinggian sekitar 10 kilometer dari permukaan laut normalnya 800an km per jamnya. Ketika hendak mendarat, kecepatan ini dikurangi hingga sekitar 200an km per jamnya. Misalkan tak ada tekukan sirip belakang sayap, niscaya pesawat yang beratnya puluhan ton, akan kehilangan daya angkat. Jika demikian, bisa ditebak apa yang akan terjadi.

Foto di atas saya ambil ketika hendak mendarat di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Saat itu menjelang sore hari, jadi bayangan pesawat jatuh persis ke sebelah bawah.

BlogDokter.ID