Senin, 18 Maret 2019

CARA PENULARAN CHIKUNGUNYA

Obat untuk membunuh virus chikungunya secara langsung sampai saat ini belum tersedia. Oleh karena itu pencegahan sangat diperlukan. Tindakan pencegahan dapat dilakukan jika kita memahami bagaimana cara penularan chikungunya.

Bagaimana cara penularan penyakit chikungunya yuk kita bahas sama-sama.

Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya. Walaupun tidak kerabat dekat tapi virus ini cukup akrab dengan virus dengue. Oleh sebab itu cara penularannya juga mirip mirip dengan virus dengue.

Saat seseorang terinfeksi virus chikungunya maka di dalam darahnya terdapat miliaran virus. Virus ini tidak bisa berpindah ke orang lain misalnya dengan cara sentuhan atau memakai peralatan rumah tangga bersama. Pun tidak bisa menular walaupun terjadi aktivitas kontak yang sangat dekat misalnya tinggal satu rumah.

Virus chikungunya baru dapat pindah dari penderita penyakit chikungunya ke orang sehat di sekitarnya melalui perantaraan nyamuk aedes. Baik aedes aegypti maupun Aedes albopictus.

Ketika nyamuk aedes menggigit orang yang sakit maka virus yang ada di dalam darah orang yang sakit akan terhisap ke dalam tubuh nyamuk. virus kemudian akan menempel dan masuk ke dalam sel-sel nyamuk dan berkembang biak. Seiring dengan banyaknya jumlah virus maka virus akan bermigrasi ke kelenjar liur nyamuk. Ketika nyamuk menggigit orang lain yang sehat maka dia akan memasukkan liurnya ke dalam tubuh orang tersebut. Bersama ludah tersebut masuk jua virus chikungunya. Virus yang masuk ke dalam tubuh orang sehat tersebut kemudian akan berkembang biak menjadi sangat banyak. Pada akhirnya orang itu akan jatuh sakit dan menderita penyakit chikungunya.

Tidak hanya sebatas sebagai penderita tetapi juga sebagai sumber penularan bagi orang-orang di sekitarnya.

Melihat cara penularan diatas maka untuk mencegah penyakit chikungunya Sama halnya dengan langkah pencegahan penyakit dengue. Caranya dengan mengurangi populasi nyamuk aedes yaitu dengan gerakan 3 M plus. Menutup, menguras bak penampungan air dan membuang sampah yang dapat menampung air. Sedangkan plusnya bisa dengan menggunakan bubuk abate atau ikan pemakan jentik.

Dengan langkah pemberantasan nyamuk aedes tak hanya penyakit dengue dan chikungunya yang dicegah juga penyakit zika dan penyakit Japanese encephalitis.

Mengapa demikian?

Karena semua penyakit itu penularannya sama yaitu nyamuk aedes.

APAKAH RABIES BISA SEMBUH?

Penyakit rabies merupakan salah satu jajaran penyakit yang sangat ditakuti. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada sebagian penderitanya.

Pasca digigit oleh anjing rabies apakah penderita rabies bisa sembuh?

Jawabannya ada di paparan berikut.

Pasca gigitan biasanya penderita akan mengalami masa inkubasi yaitu masa antara masuknya virus rabies sampai munculnya gejala rabies. Masa inkubasi biasanya berlangsung bervariasi tergantung daya tahan tubuh dan lokasi gigitan. Jika lokasi gigitan dengan sistem saraf maka masa inkubasinya seringkali lebih pendek.

Penanganan yang tepat dan cepat pada masa inkubasi sangat mempengaruhi kesembuhan pasien dari menderita rabies. Jika pada masa awal ini penanganan tidak dilakukan dengan benar maka virus rabies akan mencapai sistem saraf. Sekali virus rabies masuk ke dalam saraf maka penanganan menjadi lebih sulit. Pada kondisi ini tingkat kematian sangat tinggi.

Pasca gigitan pasien hendaknya mencuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir. Tujuannya agar virus mati sebelum masuk terlalu dalam ke jaringan tubuh. selain itu luka sebaiknya dikasih antiseptik seperti povidon iodin atau betadin. Bisa juga dengan alkohol 70%. Langkah yang paling penting adalah memastikan apakah anjing yang menggigit positif rabies atau tidak. salah satu caranya adalah menangkap anjing tersebut dan membawanya ke dinas peternakan untuk diperiksa atau ke dokter hewan.

Jika anjing positif rabies maka dengan segera pasien harus mendapatkan vaksinasi rabies. Nama vaksinasinya adalah vaksinasi pasca pencegahan paparan atau dalam bahasa Inggris disebut post exposure prophylaxis (PEP). Tujuan pemberian vaksinasi ini adalah untuk membunuh virus dengan daya tahan tubuh sendiri sebelum mencapai saraf. Jika hal ini berhasil dilakukan maka pasien dapat sembuh dan terhindar dari kematian. Oleh karena itu kecepatan pengobatan sangat memegang peranan penting. Menunda-nunda pengobatan dapat berakibat fatal. Sekali virus mencapai saraf dan menimbulkan gejala-gejala gangguan saraf maka sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasinya.

Jadi yang paling penting adalah pengobatan segera dan tepat.

Jadi untuk menjawab pertanyaan apakah rabies bisa sembuh, jawabannya bisa saja jika pengobatan dilakukan sesegera mungkin. Pengobatan bukan hanya pembersihan luka atau penyuntikan vaksin tetanus tapi juga mencakup pemberian vaksinasi pencegahan pasca tergigit dengan syarat anjing yang menggigit diketahui positif rabies.

Jumat, 15 Maret 2019

Anggrek Ungu Dendrobium Phalaenopsis

Foto diambil di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng

Anggrek ungu di atas disebut juga dengan Anggrek Bulan. Warnanya sangat memikat sehingga menggoda saya untuk mengabadikannya. Nama latin atau nama ilmiah anggrek ungu / anggrek bulan tersebut adalah Dendrobium phalaenopsis. Ada juga yang menyebutnya Vappodes phalaenopsis atau Dendrobium bigibbum.

BlogDokter.ID